Selamat datang di Blog saya

Semoga Bermanfaat!!.

Kamis, 21 Mei 2020

Suwarsi, Janda Paruh Baya yang Kerja Keras Hidupi 6 Anak


Suwarsi, Janda Paruh Baya yang Kerja Keras Hidupi 6 Anak

Manusia tidak pernah tahu apa yang akan terjadi kemudian hari, tentang jodoh, rejeki atau maut yang bisa datang kapan saja. Sebagaimana manusia biasa, sosok inspiratif ini begitu remuk redam setelah kepergian sang suami akibat sakit beberapa waktu lalu. Ia harus berjuang seorang diri menghidupi 6 anak yang punya kesempatan untuk meraih masa depan lewat pendidikan.

Siapa sosok inspiratif yang patut diteladani?

Suwarsi adalah seorang janda paruh baya yang berusia 44 tahun. Sejak sang suami menghembuskan napas terakhir setahun lalu, ia harus memutar otak untuk mencari penghasilan. Akhirnya Suwarsi menemukan pekerjaan yang bisa ia lakoni tanpa meninggalkan anak-anak yaitu menjual gorengan.

Saban hari, Suwarsi akan membuat aneka gorengan seperti tahu isi, heci, sundukan, dan makanan lain. Hasil penjualan gorengan yang tidak seberapa ia gunakan untuk menghidupan 6 orang anak. Beruntung sang sulung mendapatkan bantuan dari organisasi LDII untuk belajar ilmu di pesantren, sedangkan anak nomor dua sedang menyelesaikan masa akhir di SMKN 2 Madiun.

Cita-cita Jihan yang ingin melanjutkan sekolah ke STAN setelah lulus dari SMKN 2 Madiun tampaknya belum bisa terwujud. Pasalnya, Suwarsi tidak memiliki biaya untuk mewujudkan impian sang anak setelah kepergian suami tercinta. Apalagi ia punya 4 orang anak lain yang masih butuh biaya sekolah dan penghidupan yang layak.

Kini Suwarsi hanya menggantungkan hidup dari profesi jualan gorengan saja. Ia bersama anak-anak tinggal di rumah sang ibu yang berlokasi di Jalan Janursari RT 04 RW 02 Kelurahan Manisrejo, Kec. Taman Kota, Madiun yang berukuran 6x7 meter saja. Ditengah kesusahan hidup yang semakin mendera mengingat penerapan aturan diam di rumah selama virus COVID 19, Suwarsi tidak ingin menyerah. Ia akan terus berjuang keras agar 
anak-anak mendapatkan kehidupan terbaik meskipun ia hanya seorang single parent.
Kisah Suwarsi yang rela berjuang keras demi mewujudkan pendidikan tinggi untuk anak-anak patut diapresiasi. Ia berharap mendapatkan bantuan pemerintah agar bisa mendapatkan keringanan biaya sekolah lewat program KIP. Besar harapan sang ibu tangguh agar anak-anak tidak putus sekolah.

Kebaikan yang bisa diberikan kepada Ibu Suwarsi
Melihat kisah Ibu Suwarsi yang harus berjuang seorang diri ditengah kehidupan yang semakin berat, kita bisa mendapatkan hikmah atau pelajaran untuk terus bekerja keras. Tidak ada kata menyerah selama Tuhan masih memberikan nikmat sehat dan umur yang panjang. Sudah sepatutnya kita membantu kontribusi untuk meringankan beban yang ada 
di pundak Ibu Suwarsi.

Lewat campaign #AwaliDenganKebaikan, Allianz Syariah ingin mengajak Anda menjadi peserta program asuransi syariahIndonesia. Dengan menjadi peserta asuransi, Anda bisa memberikan sumbangsih sosial kepada banyak orang yang mengalami titik hidup lebih berat. Sumbangsih sosial akan disalurkan dalam wujud bantuan yang berarti untuk orang-orang baik yang mengalami keterbatasan finansial.

Produk asuransi syariah memiliki berbagai fitur menarik yang bisa Anda gunakan untuk membantu sesama, misalnya fitur wakaf. Anda bisa menyalurkan donasi harta kepada sesama peserta atau orang-orang yang butuh uluran tangan seperti Ibu Suwarsi. Mendapatkan amal pahala yang tidak kunjung putus sudah menjadi harapan umat muslim di seluruh dunia, bukan? Tak hanya bisa bersedekah saja, Anda juga akan mendapatkan manfaat proteksi dari asuransi.

Yuk, segera buka polis asuransi syariah Anda di Allianz Syariah sekarang juga! Dapatkan manfaat perlindungan finansial dari berbagai risiko yang tidak kita inginkan seperti bencana, musibah, kecelakaan hingga kematian. Anda ikut memberikan jaminan masa depan anak dan keluarga yang lebih cerah.


0 komentar:

Posting Komentar