Selamat datang di Blog saya

Semoga Bermanfaat!!.

Selasa, 10 Desember 2019

Bisnis Toko Kelontong, Pahami Prospek dan Strategi Pemasaran yang Tepat


Bisnis Toko Kelontong, Pahami Prospek dan Strategi Pemasaran yang Tepat

Toko kelontong menjadi salah satu bisnis yang masih banyak diminati masyarakat. Hanya saja prospek pertumbuhan toko kelontong semakin menurun seiring perkembangan era digital. Generasi Millenial lebih suka membeli barang yang siap antar atau jasa delivery order kekinian. Tinggal klik lewat gadget saja, semua kebutuhan produk harian bisa dibeli via online. Sudah saatnya bisnis menengah kebawah memanfaatkan aplikasi toko kelontong yang go digital.

Peluang bisnis toko kelontong

Bisnis toko kelontong bisa dijalankan oleh siapa saja. Kebanyakan pelaku usaha merupakan ibu rumah tangga yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan atau orang yang ingin mendapatkan penghasilan sampingan diluar pekerjaan utama. Prospek bisnis masih besar sebab semua orang membutuhkan kebutuhan pokok untuk produk makanan atau toiletries. Asal Anda pandai melihat potensi pasar dengan membuka usaha toko kelontong di area strategis.

Anda juga bisa memanfaatkan ruangan kosong di rumah untuk bisnis toko kelontong. Selain itu, Anda bisa memanfaatkan aplikasi toko kelontong yang mempermudah pelanggan untuk membeli barang yang diinginkan tanpa harus datang ke toko. Sistem yang lebih bagus dibandingkan Anda mempromosikan toko kelontong secara offline saja di era modern ini.

Tips membuka usaha toko kelontong bagi pemula

Agar bisnis toko kelontong bisa berkembang semakin maju, ada baiknya Anda memperhatikan beberapa aspek berikut.

1.       Menyiapkan modal yang dibutuhkan

Berapa modal yang Anda butuhkan untuk membuka bisnis toko kelontong? Meskipun memiliki margin keuntungan relatif kecil, toko kelontong jelas butuh modal yang lumayan besar. Sebenarnya tergantung bagaimana Anda membuka toko kelontong tersebut. Misalnya modal 5 juta tentu bisa membuat toko kelontong sederhana dengan memanfaatkan ruangan di rumah saja.

Memaksimalkan properti milik pribadi bisa menekan modal yang Anda butuhkan. Misalnya Anda bisa menggunakan rak kayu atau etalase bekas untuk menekan biaya operasional pada awal membuka usaha.

2. Mencari produk yang paling banyak permintaan

Jika modal yang Anda miliki terbatas, sebaiknya tidak memaksa diri untuk membeli semua barang yang bisa dijual. Anda bisa mencari informasi atau melakukan survey mengenai produk yang paling banyak mendapatkan repeat order dari pelanggan sekitar.

Sebaiknya Anda memaksimalkan pendapatan terlebih dahulu dengan menjual produk yang cepat habis. Jangan sampai Anda menumpuk stok terlalu banyak di toko yang berdampak pada barang kadaluarsa atau tidak banyak dibutuhkan pelanggan tetap.

3. Mencari supplier termurah

Lakukan pencarian informasi mengenai supplier termurah yang siap memberikan keuntungan harga lebih besar. Anda juga bisa mencari info kerja sama dengan distributor atau agen besar untuk mendapatkan barang yang dibandrol dengan harga terjangkau. Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan sistem pembayaran yang memiliki masa tenggang sehingga bisa mengatur keuangan toko lebih maksimal.

4. Strategi pemasaran dan sistem layanan yang bagus

Toko kelontong bisa menjadi pilihan bisnis yang memberikan penghasilan tambahan. Ada baiknya Anda tetap memaksimalkan strategi pemasaran toko kelontong agar keuntungan yang didapat bisa lebih banyak. Manfaatkan aplikasi yang didesain untuk toko kelontong guna menjual barang secara online seperti AYO SRC dari SRC (Sampoerna Retail Community). Aplikasi ini tidak hanya memberikan keuntungan bagi pemilik toko saja, tetapi juga konsumen toko kelontong yang sudah bergabung dalam komunitas SRC.

Persiapan matang sangat penting sebelum Anda tertarik membuka bisnis toko kelontong. Meskipun menyasar pelanggan kelas menengah kebawah, toko kelontong tetap menjadi pilihan bisnis yang prospektif. Yuk, gunakan aplikasi toko kelontong yang siap memasarkan produk Anda lebih baik! Jaringan online yang lebih luas bisa meningkatkan penjualan toko kelontong Anda. Keren, bukan?